Selamat Datang di Website Karang Taruna Teratai Jangkung Kecamatan Tanjung Kabupaten Tabalong Provinsi Kalimantan Selatan | Terima Kasih Kunjungannya.

Sejarah Karang Taruna Indonesia

Sejarah Karang Taruna


Karang Taruna lahir pada tanggal 26 September 1980 di Kampung Melayu, Jakarta. Kelahiran gerakan ini merupakan perwujudan semangat kepedulian generasi muda untuk turut mencegah dan menanggulangi masalah kesejahteraan sosial masyarakat, terutama yang dihadapi anak dan remaja di lingkungannya.

Kepedulian tersebut diwujudkan dalam bentuk kegiatan – kegiatan pengisian waktu luang yang positif seperti rekreasi, olah raga, kesenian, kepanduan, pengajian dan lain – lain bagi anak – anak yatim, putus sekolah, tidak sekolah, yang berkeliaran, main kartu dan lain – lain yang pada umumnya berasal dari keluarga miskin.

Dalam perjalanannya, Karang Taruna mengalami perkembangan yang cukup pesat, baik jumlah maupun program kegiatannya. Hingga saat ini Karang taruna tumbuh di setiap kelurahan dan desa di wilayah Indonesia.

Program Karang Taruna yang diawali dengan kegiatan pengisian waktu luang, bertambah dan berkembang dengan kegiatan – kegiatan:
  • Ekonomis produktif yang membantu membuka lapangan kerja/ usaha bagi warga Karang Taruna yang menganggur atau putus sekolah.
  • Pelayanan sosial bagi para penyandang masalah kesejahteraan sosial (PMKS), seperti anak terlantar, penyandang cacat, keluarga miskin, dan lain sebagainya.
  • Partisipasi aktif dan praktis yang mendukung program – program pembangunan di desa/ kelurahan masing – masing termasuk program dari berbagai instansi.
  • Pengembangan potensi generasi muda Warga Karang Taruna dalam rangka Pengembangan Sumber Daya Manusia (SDM), dan lain – lain.
Sejalan dengan perkembangan Karang Taruna yang mampu memberikan peran dan kontribusi dalam pembangunan di wilayah,Karang Taruna memiliki landasan hukum yang memperkuat keberadaannya di masyarakat, yaitu:
  • Keputusan Menteri Sosial RI Nomor 13/HUK/KEP/1981 tentang Susunan Oganisasi dan Tata Kerja Karang Taruna;
  • Ketetapan MPR Nomor II/MPR/1983 yang menetapkan Karang Taruna sebagai salah satu wadah pengembangan generasi muda, disamping OSIS, KNPI, Pramuka, dan lain – lain;
  • Keputusan Menteri Sosial RI Nomor 77/HUK/2010 tentang Pedoman Dasar Karang Taruna.

Situasi krisis yang dihadapi bangsa Indonesia mulai tahun 1997, turut memberikan dampak bagi menurunnya dan bahkan terhentinya aktivitas sebagian besar Karang Taruna. Meskipun demikian, masih cukup banyak Karang Taruna yang tetap eksis menyelenggarakan berbagai kegiatan sesuai kondisi dan kemampuannya masing – masing. Hal itu setidaknya menunjukkan bahwa Karang Taruna cukup mengakar di tengah – tengah masyarakat.

Di samping itu, gerakan reformasi yang timbul dalam situasi krisis, sempat pula membuat adanya dua pedoman dasar Karang Taruna. Masing – masing Pedoman Dasar Karang Taruna ditetapkan dengan Keputusan Menteri Sosial dan Pedoman Dasar karang Taruna Indonesia sebagai hasil Temu Karya Nasional IV tahun 2001 di  Medan. Hal itu membuat pemahaman tentang Karang Taruna di kalangan Karang Taruna itu sendiri berbeda – beda dan jika terus berlanjut akan kurang menguntungkan bagi perkembangan Karang Taruna ke depan.
Dengan dikeluarkannya Peraturan Menteri Sosial RI Nomor 83/HUK/2005 tentang Pedoman Dasar Taruna, diharapkan tidak terjadi lagi persepsi atau pemahaman yang berbeda – beda tentang Karang Taruna, artinya bahwa pemahaman tentang Karang Taruna mengacu kepada Peraturan Menteri Sosial tersebut. Peraturan tersebut sendiri lahir sebagai rekomendasi dari hasil – hasil Temu Karya Nasional V Karang Taruna di Provinsi Banten Tahun 2005, yang merupakan forum pengambilan keputusan tertinggi Warga Karang Taruna di tingkat nasional, sehingga Pemensos RI No. 83/HUK/2005 teap menjunjung tinggi perinsip dari, oleh, dan untuk masyarakat Warga Karang Taruna.
Pengertian Karang Taruna
Karang Taruna adalah organisasi sosial wadah pengembangan generasi muda yang tumbuh dan berkembang atas dasar kesadaran dan tanggung jawab sosial dari, oleh, dan untuk masyarakat terutama generasi muda di wilayah desa/ kelurahan atau komunitas adat sederajat dan terutama bergerak di bidang usaha kesejahteraan sosial.
Rumusan tersebut dapat dijelaskan sebagai berikut:
  1. Karang Taruna adalah suatu organisasi sosial perkumpulan sosial yang dibentuk oleh masyarakat yang berfungsi sebagai sarana partisipasi masyarakat dalam melaksanakan Usaha Kesejahteraan Sosial (UKS).
  2. Sebagai wadah pengembangan generasi muda, Karang Taruna merupakan tempat diselenggarakannya berbagai upaya atau kegiatan untuk meningkatkan dan mengembangkan cipta, rasa, karsa, dan karya generasi muda dalam rangka pengembangan Sumber Daya Manusia.
  3. Karang Taruna tumbuh dan berkembang atas dasar adanya kesadaran terhadap keadaan dan permasalahan di lingkungannya serta adanya tanggung jawab sosial untuk turut berusaha menanganinya. Kesadaran dan bertanggung jawab sosial tersebut merupakan modal dasar tumbuh dan berkembangnya Karang Taruna.
  4. Karang Taruna tumbuh dan berkembang dari generasi muda, diurus atau dikelola oleh generasi muda dan untuk kepentingan generasi muda dan masyarakat di wilayah desa/ kelurahan atau komunitas adat sederajat. Karenanya setiap desa/ kelurahan atau komunitas adat sederajat dapat menumbuhkan dan mengembangkan Karang Taruna sendiri.
  5. Gerakannya di bidang Usaha Kesejahteraan Sosial memberi arti bahwa semua upaya dan program kegiatan yang diselenggarakan Karang Taruna ditujukan guna mewujudkan kesejahteraan sosial masyarakat terutama generasi mudanya.
  6. Komunitas adat sederajat adalah kondisi objektif di wilayah yang memiliki keanekaragaman wilayah yang berbeda, misalnya Nagari di Sumatera Barat, Banjar di Bali, serta Distrik di Papua.
Kedudukan Karang Taruna
Setiap Karang Taruna berkedudukan di desa/ kelurahan atau komunitas adat sederajat diseluruh wilayah hukum Negara Kesatuan Republik Indonesia. Sesuai dengan kedudukannya, maka Karang Taruna secara organisasi bersifat lokal dan berdiri sendiri, sehingga hubungan antara sesama Karang Taruna bersifat horizontal, sederajat dan tidak saling membawahi.
Azas dan Tujuan Karang Taruna
Karang Taruna berdasarkan Pancasila
Tujuan Karang Taruna yang dirumuskan dalam Pemensos RI Nomor 77 Tahun 2010 tentang Pedoman Dasar Karang Taruna adalah:
  • Terwujudnya pertumbuhan dan perkembangan kesadaran tanggung jawab sosial setiap generasi muda Warga Karang Taruna dalam mencegah, menangkal, menanggulangi, dan mengantisipasi berbagai masalah sosial.
  • Terbentuknya jiwa dan semangat kejuangan generasi muda Warga Karang Taruna yang terampil dan berkepribadian serta berpengetahuan.
  • Tumbuhnya potensi dan kemampuan generasi muda dalam rangka mengembangkan keberdayaan Warga Karang Taruna.
  • Termotivasinya setiap generasi muda Warga Karang Taruna untuk mampu menjalin toleransi dan menjadi perekat persatuan dalam keberagaman kehidupan bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara.
  • Terjalinnya kerja sama antara generasi muda Warga Karang Taruna dalam rangka mewujudkan taraf kesejahteraan sosial bagi masyarakat.
  • Terwujudnya kesejahteraan sosial yang semakin meningkat bagi generasi muda di desa/ kelurahan atau komunitas adat sederajat yang memungkinkan pelaksanaan fungsi sosialnya sebagai manusia pembangunan yang mampu mengatasi masalah kesejahteraan sosial di lingkungannya.
  • Terwujudnya pembangunan kesejahteraan sosial  generasi muda di desa/ kelurahan atau komunitas adat sederajat yang dilaksanakan secara komprehensif, terpadu, dan terarah serta berkesinambungan oleh Karang Taruna bersama pemerintah dan komponen masyarakat lainnya.
Tugas Pokok dan Fungsi Karang Taruna
Setiap Karang Taruna mempunyai tugas pokok secara bersama – sama dengan Pemerintah dan komponen masyarakat lainnya untuk menanggulangi berbagai masalah kesejahteraan sosial terutama yang dihadapi generasi muda, baik yang bersifat preventif, rehabilitatif, maupun pengembangan potensi generasi muda di lingkungannya.
Fungsi Karang Taruna yang dirumuskan dalam Pemensos RI Nomor 77 Tahun 2010 tentang Pedoman Dasar Karang Taruna adalah:
  1. Penyelenggara Usaha Kesejahteraan Sosial;
  2. Penyelenggara Pendidikan dan Pelatihan bagi masyarakat;
  3. Penyelenggara pemberdayaan masyarakat terutama generasi muda di lingkungannya secara komprehensif, terpadu dan terarah serta berkesinambungan;
  4. Penyelenggara kegiatan pengembangan jiwa kewirausahaan bagi generasi muda di lingkungannya;
  5. Penanaman pengertian, memupuk dan meningkatkan kesadaran tanggung jawab sosial generasi muda;
  6. Penumbuhan dan pengembangan semangat kebersamaan jiwa kekeluargaan, kesetiakawanan sosial dan memperkuat nilai – nilai kearifan lokal dalam bingkai Negara Kesatuan Republik Indonesia;
  7. Pemupukan kreativitas generasi muda untuk dapat mengembangkan tanggung jawab sosial yang bersifat rekreatif, kreatif, edukatif, ekonomis produktif dan kegiatan praktis lainnya dengan mendayagunakan segala sumber dan potensi kesejahteraan sosial di lingkungannya secara swadaya;
  8. Penyelenggaraan rujukan, pendampingan dan advokasi sosial bagi penyandang masalah kesejahteraan sosial;
  9. Penguatan sistem jaringan komunikasi, kerjasama, informasi dan kemitraan dengan berbagai sektor lainnya;
  10. Penyelenggara usaha – usaha pencegahan permasalah sosial yang aktual.
Keanggotaan Karang Taruna
Keanggotaan Karang Taruna menganut sistem stelsel pasif yang berarti generasi seluruh muda dalam lingkungan desa/ kelurahan atau komunitas adat sederajat yang berusia 11 sampai dengan 45 tahun secara otomatis menjadi anggotanya, yang selanjutnya disebut sebagai Warga Karang Taruna.
Setiap generasi muda dalam kedudukannya sebagai Warga Karang Taruna mempunyai hak dan kewajiban yang sama tanpa membedakan asal keturunan, golongan, suku dan budaya, jenis kelamin, kedudukan sosial, pendirian politik dan agama.
Keuangan Karang Taruna
Keuangan Karang Taruna dapat diperoleh dari:
  1. Iuran Warga Karang Taruna;
  2. Usaha sendiri yang diperoleh secara sah;
  3. Bantuan masyarakat yang tidak mengikat;
  4. Bantuan/ subsidi dari pemerintah;
Usaha – usaha lain yang tidak bertentangan dengan peraturan perundang – undangan yang berlaku.
Share:

Kumpulan Video

Video Kemah Karya Bakti Wisata Karang Taruna Di Kabupaten Balangan Provinsi Kalimantan Selatan
>> Klik Disini << untuk melihat di akun youtube kami



Video Dalam Rangka Memeriahkan Hari Kemerdekaan Indonesia Ke-73 di Pasar Jangkung KecamatanTanjung Kabupaten Tabalong Kalimantan Selatan
>> Klik Disini << untuk melihat di akun youtube kami



Video Dalam Rangka Memeriahkan Hari Raya Idul Adha 1439 H di Kantor Camat Tanjung Kelurahan Jangkung KecamatanTanjung Kabupaten Tabalong Kalimantan Selatan
>> Klik Disini << untuk melihat di akun youtube kami



Video Festival Muharram Di Kelurahan Jangkung Kecamatan Tanjung Kabupaten Tabalong Kalimantan Selatan
Sumber : Youtube TV Tabalong #TVTabalong



Video Penutupan Festival Muharram Ke 5 Desa Jangkung Kecamatan Tanjung Kabupaten Tabalong Kalimantan Selatan
Oleh TV Tabalong
Sumber : Youtube TV Tabalong #TVTabalong



Video Acara Menanam Padi Di Lahan Kering atau Manugal Di Desa Agung Kecamatan Tanjung Kabupaten Tabalong Kalimantan Selatan Yang Diikuti
Oleh Karang Taruna Jangkung
Sumber : Youtube Karang Taruna Teratai Jangkung



Video Kunjungan Pelatihan Karang Taruna Ke PT.Adaro Indonesia Kabupaten Tabalong & Balangan Kalimantan Selatan
Sumber : Youtube Karang Taruna Teratai Jangkung
Share:

Sejarah Kelurahan Jangkung

Sejarah Kelurahan Jangkung     

Kelurahan Jangkung adalah salah satu dari empat kelurahan yang berada diwilayah Kecamatan Tanjung. Kelurahan Jangkung di bentuk berdasarkan keputusan Gubernur Kepala daerah Tk 1 Kalimantan Selatan Nomor 140 tahun 1980 tentang status desa Jangkung menjadi kelurahan Jangkung, yang mana sebelumnya desa Jangkung merupakan pemekaran dari desa Tanjung.

Jangkung adalah salah satu kelurahan yang berada di wilayah kecamatan Tanjung dengan luas wilayah 581 Km persegi dengan jumlah penduduk 3972 jiwa terdiri dari laki-laki 1936 jiwa dan perempuan 2036 jiwa, jumlah kepala keluarga 1175 orang yang terdiri dari 12 RT, secara geografis kelurahan Jangkung berbatasan :
  1. Sebelah Utara dengan Kelurahan Tanjung
  2. Sebelah Selatan dengan desa Puain Kiwa
  3. Sebelah Timur dengan sungai Tabalong
  4. Sebelah Barat dengan desa Kambitin.
Menurut UU nomor 23 tahun 2004 tentang pemerintahan daerah (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2014 Nomor : 224, tambahan lembaran Republik Indonesia Nomor 5587) sebagian telah diubah dengan peraturan pemerintah pengganti UU nomor 2 tahun 2014 tentang perubahan atas UU nomor 23 tahun 2004 tentang pemerintahan daerah pasal 127 ayat 1.
Kelurahan dibentuk di wilayah Kabupaten/Kota dengan peraturan daerah berpedoman pada peraturan pemerintah.

Ayat 2 Kelurahan sebagaimana dimaksud pada ayat 1 dipimpin oleh Lurah yang dalam pelaksanaan tugasnya memperoleh pelimpahan dari Bupati/Walikota melalui Camat.

Ayat 3 selain tugas sebagaimana dimaksud ayat 2 Lurah mempunyai tugas sebagai berikut :
  1. Pelaksanaan kegiatan pemerintahan kelurahan
  2. Pemberdayaan masyarakat
  3. Pelayanan masyarakat
  4. Penyelenggaraan ketentraman dan ketertiban umum
  5. Pemeliharaan prasarana dan fasilitas umum.
Kondisi alam kelurahan Jangkung adalah dataran rendah, yang terdiri dari persawahan dan perkebunan, mata pencaharian masyarakat pada umumnya adalah bertani dan berladang, sebagian juga bekerja dibidang pemerintahan serta disektor swasta.

Adapun tingkat tingkat pendidikan masyarakat rata-rata mengenyam pendidikan sampai sekolah lanjutan tingkat atas (SLTA) sederajat bahkan banyak yang sampai sarjana.
Share:

Jangkung Punya Cerita Sendiri Dalam Kobarkan Semangat Peringati HUT RI 73


Jangkung - Seakan tidak mau ketinggalan untuk rayakan hari kemerdekaan Indonesia, sehari setelah hari kemerdekaan Indonesia, desa Jangkung adakan berbagai macam perlombaan dengan berbagai macam kategori. Dari anak-anak hingga orang dewasa bisa mengikuti perlombaan tersebut.  

Ifan (22) selaku panitia pelaksana, acara ini diselenggarakan bukan hanya untuk memeriahkan hari kemerdekaan dan meramaikan desa saja, akan tetapi agar atau bagaimana cara berjuang serta memupuk kebersamaan sesama.  

Acara yang diadakan di pasar Jangkung ini berlangsung selama 2 hari setelah hari kemerdekaan Indonesia. 

Lomba yang diselenggarakan pun ada banyak seperti panjat pinang, menangkap belut, lari engrang, makan kerupuk, jalan pakai bakiak, spongebob challenge dan tarik double yang mana diselenggarakan pada hari pertama.

Berlangsung dari pukul 14.00 wita, masyarakat sekitar sudah berdatangan sebelum waktunya karena tak sabar ingin melihat dan mengikuti lomba tersebut khususnya anak-anak. Dikarenakan akan ada banyak sekali hadiah yang bisa didapatkan terutama piala dan piagam penghargaan untuk juara 1, 2, dan 3.

Diperkirakan akan selesai sore hari, lomba pada hari pertama ternyata berlangsung hingga malam hari.

>> Klik Disini << untuk melihat lebih banyak foto.

>> Klik Disini << untuk melihat video.
Share:

Antusiasme Ibu-ibu Rayakan Hari Raya Idul Adha 1439 H


Jangkung - Dalam memeriahkan hari raya idul adha 1439 H yang jatuh pada Rabu 22/08/2018, warga jangkung  tepatnya RT 06 melaksanakan berbagai perlombaan di halaman kantor camat Tanjung.

Selesai menjalankan salat Ashar, berbagai kegiatan lomba pun dilaksanakan di tengah masyarakat. Antara lain lomba balap karung, lomba memasukkan air dalam botol, lomba panjat pinang dan  lomba futsal ibu-ibu.

kegiatan ini dilakukan bukan hanya untuk mengharapkan hadiah. Namun kegiatan ini lebih di titik niatkan pada kebersamaan dan silaturrahmi antarwarga Jangkung setempat. Berbagai perlombaan  pun dilaksanakan. "Ini dilakukan oleh masyarakat untuk memeriahkan hari raya Idul adha", ucap Ibat (30) sebagai ketua pelaksana. 



"Dia mengatakan dalam kegiatan lomba ini tidak hanya anak-anak, remaja serta dewasa saja yang mengikuti lomba". Tapi ibu-ibu juga ikut memeriahkan suasana.

Menurutnya kegiatan lomba yang dilaksanakan oleh masyarakat cukup meriah. Banyak masyarakat yang ikut berpartisipasi menjadi peserta lomba dalam mengisi indahnya hari raya idul adha.

Puncaknya terjadi saat para ibu-ibu setempat bermain futsal sambil mengenakan baju daster. Teriakan penonton hingga tawa sangat keras terdengar. Bagaimana tidak, ibu-ibu ini bermain sangat semangat seakan-akan mereka adalah pemain futsal sungguhan. 


>> Klik Disini << untuk melihat lebih banyak foto.

>> Klik Disini << untuk melihat video.
Share:

Tidak Ada Yang Lebih Penting Dari Jiwa Manusia


Simpang Wara - Para peserta pelatihan dari karang taruna melakukan kunjungan ke tambang PT.Adaro pada hari ke 3 pelatihan, tepatnya pada 9 Agustus yang lalu.

Sebelum menuju lokasi pertambangan, peserta pelatihan diwajibkan untuk mengikuti safety induction pelatihan mengenai K3 (Keamanan, Kesehatan dan Keselamatan Kerja) untuk mencegah kecelakaan bagi pengunjung yang disampaikan oleh tim personalia di kantor PT.DKP A5 Adaro Indonesia.

Safety Induction sangat diperlukan bagi para pekerja baru atau pengunjung perusahaan karena banyak penelitian menyebutkan bahwa tingkat kecelakaan sangat tinggi, Menurut penelitian dari Health and safety Executive dan institute for work and health, 8 dari 16 kecelakaan kerja yang menyebabkan kematian terjadi pada 10 hari pertama di tempat kerja.

Safety Induction yang diberikan pun bukan cuma dari materi atau penyampaian saja, melainkan juga disampaikan lewat layar dalam bentuk video. Induksi diberikan kurang lebih 10-15 menit saja.

Setelah selesai safety induction, para peserta pelatihan yang akan berkunjung diperbolehkan untuk memasuki wilayah pertambangan.

>> Klik Disini << untuk melihat lebih banyak foto.
Share:

Informasi Perlombaan dalam Rangka Memperingati HUT RI 73 di Pasar Jangkung

Jangkung - Dalam rangka memperingati HUT RI ke-73 karang taruna teratai jangkung dan remaja mesjid an-noor Jangkung mengadakan berbagai macam lomba yang bisa diikuti orang dewasa dan anak-anak pada  18-19 Agustus 2018 yang berlokasi di pasar Jangkung.

(Lomba untuk anak-anak dan dewasa), Sabtu 18 Agustus 2018 (14.00 wita - selesai) : 

1.  Panjat Pinang
2.  Menangkap Belut
3.  Lari Pakai Enggrang
4.  Makan Kerupuk Ballance
5.  Jalan Pakai Bakiak 4x4
6.  Spongebob Challenge
7.  Tarik Double

Minggu, 19 Agustus 2018 (13.30 wita - selesai) :

1.  Lomba Menggambar
     - Tema : Perjuangan Kemerdekaan RI
     - Membawa alat tulis sendiri
     - Untuk SD kelas 4,5,6.

2.  Lomba Bekisah 
     - Materi bikin sendiri
     - Durasi waktu 5 menit
     - Untuk SMP dan SMA
3.  Lomba Fashion Show Kostum Perjuangan
     - Tema : Perjuangan kemerdekaan RI 
     - Untuk SD dan SMP  

Pendaftaran (gratis) dimulai pada Sabtu 18 Agustus 2018 dari jam 14.00 - 18.00 wita di Pasar Jangkung. info lebih lanjut hubungi :
0822-5331-0001 (Opay)
0857-5413-9804 (Ifans)

Sumber : terataijangkung

Share:

Menuju desa pintar, 10 Karang Taruna Tabalong dan Balangan Ikuti Pelatihan di PT. Adaro Indonesia

Dahai - PT. Adaro Indonesia   tepatnya yang beroperasi di wilayah Kabupaten Tabalong dan Balangan, menyelenggarakan pelatihan pembuatan dan pengelolaan website untuk 10 karang taruna yang ada di Tabalong dan Balangan pada 4,5,9 dan 11 Agustus.

Menuju desa pintar, itulah slogan yang di paparkan pada pelatihan ini. Dengan tujuan membangun desa menjadi lebih maju  dengan adanya sebuah website sebagai media informasi mengenai desa tersebut.

Semua peserta sangat antusias mengikuti pelatihan ini, peserta pelatihan,  Ahmad Yunani (24), selain menambah wawasan mengenai sebuah sistem informasi juga dapat menambah keakraban antar karang taruna dan mempererat hubungan dengan PT. Adaro Indonesia. Ia berharap agar ada kegiatan-kegiatan pelatihan seperti ini lagi kedepannya.   


>> Klik Disini << untuk melihat lebih banyak foto.



Share:

Struktur Organisasi Karang Taruna Teratai Jangkung Kec.Tanjung Kab.Tabalong Kalimantan Selatan



 STRUKTUR ORGANISASI KARANG TARUNA TERATAI JANGKUNG
KECAMATAN TANJUNG KABUPATEN TABALONG
TAHUN 2016-2019

1.      Fungsional Umum : Amri Syafaruddin 
2.      Ketua : Ahmad Yunani
3.      Wakil Ketua : Reza Ramadhani
4.      Sekretaris : Yoga Prasetya
5.      Wakil Sekretaris : M. Noor Ifansyah
6.     Bendahara : Mareyantie 
7.      Wakil Bendahara : Abdul Rasyid
8.      Bidang Pendidikan dan Pelatihan :
       ·         Asmiati (Koordinator)
       ·         Galih Wardana
       ·         Iberahim
       ·         Rabiatul Adawiyah
       ·         M.Saleh
       ·         Rizalihadi
       ·         Mahdianoor
9.      Bidang Rohani dan Pembinaan Mental :
       ·         Wahyudi (Koordinator)
       ·         Norhasani
       ·         Supriadi
       ·         Abdillah Yusuf
       ·         Raudaatul Janah
       ·         Risnawati
       ·         M.Iqra Hidayatullah
10.  Bidang Seni dan Olahraga :
       ·         Dody. M (Koordinator)
       ·         Jauhar Yamani
       ·         Asep Ramadhani
       ·         Rafikal Husni
       ·         Supian Karim
       ·         M.Sugandi. H
       ·         Abdul Basid
       ·         Hendra
11.  Bidang Usaha Kegiatan Sosial : 
       ·         Rusnadi (Koordinator)
       ·         Muhtadi. A
       ·         M.Fajriani
       ·         Maulina
       ·         Norfitri
       ·         Abiel Taufikurahman
       ·         Baitul Rahman
12.  Bidang Humas :
      ·         Arif Hariadi (Koordinator)
      ·         Rifky Suryadi
      ·         Saldi Septianor
      ·         Risma
      ·         Khazimah
      ·         M.Rezky
      ·         Hendri Ramadhan
      ·         Hendri
13.  Bidang Lingkungan Hidup : 
      ·         Ibrahim (Koordinator)
      ·         Rizan Setiawan
      ·         Denny Ariadi
      ·         Raudatul Jannah
      ·         Andreyatma. R
      ·         Syahrudin
      ·         Hairul
14.  Bidang Kelompok Usaha Bersama :
      ·         A.Romadhani (Koordinator)
      ·         Sepli Wardhana
      ·         Muslih
      ·         Liawati
      ·         Fitasari
      ·         Hakim
Share:

Visi Misi Karang Taruna Teratai Jangkung Kec.Tanjung Kab.Tabalong Kalimantan Selatan



Visi

Mempererat tali persaudaraan antar pemuda kelurahan Jangkung untuk meningkatkan partisipasi pemuda dalam kegiatan-kegiatan yang bermanfaat di masyarakat guna meningkatkan peran organisasi kepemudaan.

Misi

  1. Mengembangkan akhlak budi pekerti yang luhur.
  2. Mempererat tali persaudaraan antar pemuda kelurahan Jangkung dengan mengadakan pertemuan.
  3. Mengadakan kegiatan-kegiatan kepemudaan dalam masyarakat.
  4. Turut serta membantu dalam pengabdian masyarakat.
  5. Mengembangkan kreativitas dan bakat pemuda melalui pendidikan dan pelatihan kepemudaan.
  6. Melestarikan kesenian daerah serta pengembangan minat untuk berolahraga.
  7. Meningkatkan SDM demi masa depan yang lebih baik melalui bidang masyarakat dan menjalin kerjasama dengan instansi pemerintah ataupun pihak lain, melalui pengembangan kelompok usaha bersama. 


Share:

Manugal, Itulah Sebutan Warga Dayak Pegunungan Meratus Kalimantan Selatan

Kelurahan Agung - Kegiatan pelatihan menanam padi di lahan kering yang di ikuti karang taruna teratai Jangkung di Pelita Kelurahan Agung Kecamatan Tanjung Kabupaten Tabalong, November 2017.

Gogo rancah atau manugal sebutan warga Dayak pegunungan Meratus Kalimantan Selatan untuk bertani di lahan kering atau gunung, manugal bisa menjadi sebuah proses dalam penanaman padi ala Dayak tersebut.

Seperti dalam proses bertani, yaitu laki-laki manugal (melubangkan lahan untuk benih) dan perempuan memasukkan benih padi ke lubang tugal dengan jarak tanam 20 cm x 20 cm, dimana setiap lubang diisi 5-7 benih. 

Lubang tugal tidak ditutup, dibiarkan terbuka, tapi lama kelamaan lubang itu dengan sendirinya akan tertutup oleh tanah akibat aliran air hujan pada permukaan tanah.

Budaya dan tradisi leluhur bukan warisan nenek moyang melainkan titipan anak cucu kita untuk masa depan mereka.

Bukankah cara terbaik untuk mengenal Indonesia lebih dekat dengan berperan aktif melestarikan budaya leluhur Indonesia.

>> Klik Disini << untuk melihat lebih banyak foto.

Video Menanam Padi Di Lahan Kering atau Manugal Di Kelurahan Agung Kecamatan Tanjung Kabupaten Tabalong Kalimantan Selatan Diikuti Oleh Karang Taruna Jangkung


Share:

Final Timnas Indonesia vs Thailand, Masyarakat Jangkung Nonton Bareng


Jangkung - Final piala AFF U16 CHAMPIONSHIP 2018 antara timnas Indonesia melawan Thailand membuat antusias masyarakat Indonesia semakin tinggi untuk mendukung timnas Indonesia berlaga terutama masyarakat Jangkung.

Bagaimana tidak, demi dukung timnas dan meramaikan desa, masyarakat Jangkung memasang layar lebar di halaman pasar Jangkung (11/8). Pada pukul 19.00 masyarakat Jangkung sudah berdatangan ke halaman pasar Jangkung karena tidak sabar ingin menyaksikan timnas bermain, terutama pemuda-pemuda desa Jangkung yang sangat suka akan sepakbola.

Ini bukan yang pertama kalinya masyarakat Jangkung mengadakan acara nonton bareng, 2 hari sebelumnya tepatnya kamis, (9/8), saat hadapi Malaysia di semifinal masyarakat Jangkung juga adakan acara nonton bareng di halaman pasar Jangkung. bukan itu saja, tahun 2017 silam, saat timnas Indonesia senior melawan timnas Thailand dalam ajang piala AFF CHAMPIONSHIP 2017 masyarakat Jangkung juga adakan nonton bareng. Seakan-akan ini sudah menjadi tradisi yang ada di desa Jangkung.
Share:

Foto Kegiatan Karang Taruna Desa Jangkung Kecamatan Tanjung Kabupaten Tabalong

Galeri Foto


Share:
Copyright © Karang Taruna Teratai Jangkung Kecamatan Tanjung Kabupaten Tabalong Kalimantan Selatan | Saldi Septianor